Monday, April 15, 2013

Melahirkan normal vs Sesar ?

melahirkan sesar atau normal ?

Jika anda diharuskan secara medis dan benar-benar tidak dapat melahirkan secara normal dan alami, tentu sesar adalah pilihan. Namun jika untuk hal lain, pikirkanlah matang-matang segala konsekuensinya.

Sebagai seorang yang awam dalam bidang kedokteran, dan hanya berdasarkan masukan dari dokter pada saat konsultasi melahirkan di Bandung, juga wawancara dari pengalaman beberapa orang yang pernah melakukan proses melahirkan normal maupun melahirkan secara sesar, kami mencoba menuliskan perbandingan kedua hal tersebut di sini sebagai bahan pertimbangan yang mungkin nantinya diperlukan oleh pembaca.

MELAHIRKAN NORMAL

Adalah proses melahirkan secara alami, atau dengan sedikit bantuan medis. Dimana peranan ibu yang lebih dominan. Sebenarnya melahirkan secara normal ini bahkan dapat dilakukan secara mandiri, kecuali untuk tahap tertentu yang membutuhkan orang-orang berpengalaman, seperti dokter, bidang, maupun paraji.

Paraji adalah orang yang dianggap ahli dapat membantu proses melahirkan secara tradisional. Jika ada yang memilih bantuan paraji ini, sebaiknya pilihlah paraji yang telah mendapatkan pelatihan dari pemerintah. Sehingga jika terjadi hal yang sifatnya darurat, ia dapat mengambil keputusan tepat dalam menangani kasus perkasus, atau bahkan memutuskan untuk dilakukan proses yang memerlukan tenaga yang lebih ahli, seperti dokter atau lainnya.

Melahirkan normal memberikan nilai tersendiri bagi seorang ibu terhadap tanggung jawabnya terhadap anaknya. Tentu saja hal ini memerlukan perjuangan dan kesungguhan, serta kekuatan. Dari pengalaman, beberapa jam perjuangan tinggi dibutuhkan, misalnya sekitar 1-2 jam sebelum saat kelahiran sang bayi.

Menariknya, mereka yang memilih melahirkan normal ini mampu berjalan seperti halnya hampir dalam keadaan normal dalam waktu pendek. Berdasarkan pengalaman saat anak kami, Arvand Putra Febrian yang dilahirkan pada 09 April 2013 lalu, kurang dari setengah jam, istri saya sudah dapat berjalan dengan normal, bahkan ada seakan keinginan untuk segera pulang ke rumah. Tentu saja hal ini dilarang oleh team medis yang menangani persalinan tersebut karena perlu pemantauan kondisi ibu dan anak. Namun hal ini cukup mengagumkan.

Dapatkan orang yang melahirkan sesar kemudian melahirkan secara normal? Ya! Penulis menemukan beberapa kasus seperti itu, artinya melahirkan secara normal dapat dilakukan oleh mereka yang pernah melahirkan secara sesar.

MELAHIRKAN SESAR (CESAR)

Jika ada peluang untuk melahirkan normal, penulis sangat menyarankan untuk melahirkan secara normal, seperti pengalaman melahirkan normal istri penulis di atas. Kenapa? berikut pandangan berdasarkan masukan yang penulis terima, baik dari team medis maupun dari mereka yang pernah melakukan melahirkan secara sesar.

  1. Diperlukan masa kesembuhan yang lama.
  2. Rentan terhadap beberapa penyakit ringan, seperti flu, pilek, dll.
  3. Rasa sakit dapat bertahan cukup lama.
  4. Jaringan perut tidak sekuat aslinya, sehingga rentan untuk hamil dalam waktu dekat.
  5. Memiliki berbagai efek samping, pusing berkepanjangan, dll.
  6. Hernia yang sangat umum terjadi.
  7. Kecil kemungkinan untuk normal, namun penulis menemukan beberapa orang dapat melahirkan normal setelah sesar.
  8. Tertawa atau batuk dapat menyebabkan sakit punggung karena perut meregang.

Jika alasan memilih melahirkan secara sesar bukan karena medis, atau mungkin pilihan sesar diambil karena takut sakit, berpikirlah kembali. Termasuk alasan 'tertentu' dari team medis yang perlu diwaspadai.

Banyak alasan memilih operasi sesar. Alasan memilih operasi sesar disebabkan oleh berbagai hal, selain alasan medis, kadang sesar juga disebabkan oleh:

  1. ibu yang melahirkan manja, terlalu merengek, misalnya mengeluhkan waktu sakit yang lama, atau alasan lainnya. 
  2. sang ibu tidak mau sakit saat melahirkan, sementara ia lupa, bahwa sakit normal hanya beberapa jam (pengalaman istri saya, sekitar 1-2 jam, tergantung berbagai kondisi tentunya), sedangkan melahirkan secara sesar, rasa sakit yang dirasakan jauh lebih panjang dan dapat berdampak jangka panjang. intinya, mau pilih sakit di awal enak di belakang, atau enak di awal sakit di belakang.
  3. alasan 'bisnis terselubung' bagi orang-orang tertentu untuk mendatangkan uang.
  4. media pembelajaran bagi pihak tertentu.
  5. alasan medis yang dibuat-buat oleh pihak-pihak tertentu.
Pengalaman beberapa orang yang penulis temua, ia menolak sesar meskipun ia diminta untuk melahirkan secara sesar dengan salah satu alasan di atas, ternyata ia mampu melahirkan normal.

Sahabat, jika anda menganggap artikel ini penting, sebarluaskanlah... 

Jika ada masukan untuk penyempurnaan, penulis sangat terbuka atas masukannya.
Semoga bermanfaat.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment